# Experience menggunakan ArcGIS Online

Pengalaman ini dilakukan pada saat Kegiatan Program National Slum Upgrading Program/Kotaku di Kota Bogor dan Kota Depok. Saat itu data yang sudah ada, dipublish ke ArcGIS Online.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1741453137984/96259120-f25d-4270-ab8b-5f102c4e58ba.png align="center")

Menurutku, Kustomasi dan Layouting dari ArcGIS Online ini sangat Bagus. Disisi lain penggunaannya dapat melakukan modifikasi secara online untuk style. Isian Datapun tidak mengalami perubahan saat diupload, tetapi memiliki batas upload karena akunnya free. Jadi kita menggunakan metode zip shapefile, dan juga yang menggunakan metode GeoJSON (harus dikonversi ke Quantum GIS/ QGIS).

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1741453431028/4a3978b8-5d08-4bb8-8e61-13aee3d1c0ba.png align="center")

Susunan Datanya juga Bagus, Jadi memang dari Segi Attributing dan Segi Fitur membantu dalam menyusun peta secara online. Jadi sangat direkomendasikan bagi teman-teman yang mempunyai proyek kecil yang ingin dipublish ke ArcGIS Online.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1741454342745/4842ddf3-f47e-44cc-8e05-645ea4d3714b.png align="center")

Tapi sayangnya untuk Mapviewer sekarang menggunakan versi baru, sedangkan dulu menggunakan Mapviewer Classic. Kelebihan dari mapviewer Classic ini ialah kustomisasi iconnya yang sangat bagus, seperti diatas. Penggunaan icon untuk goverment sangat banyak dan membantu dalam mengidentifikasi aset-aset kotaku seperti jalan, jembatan maupun gerobak sampah dsb.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1741454507767/5a9b2b64-f7ec-4a95-b8a8-63d47208ad61.png align="center")

Sehingga menambah seni kartografi dalam menyusun peta.
